Kamis, 11 Agustus 2016

Abaikan saja diriku

Abaikan saja diriku mas anggap saja kita tak pernah kenal.. :")
Ini sudah tahun ke 3 mengenal mu sudah 3x puasa 3x lebaran begitu kata bang toyib
Sudah menjadi orang yang terlanjur bodoh mas sejak mengenal mu, terlalu salah memiliki rasa yang tak seharusnya. Sudah banyak juga air mata yang keluar, sudah banyak juga menahan sakit. Terlalu banyak mas perbedaan aku dan dia, juga mereka. Kamu terlalu banyak membuat perbedaan untuk diriku. Meski kita tak pernah dekat tapi hati ini enggan untuk meninggalkan. Meski tak banyak kata terucap. Waktu demi waktu kini berangsur sadar olehNya karena yang pantas dicinta hanya Dia. Aku berusaha untuk menyibukkan diri dengan perbaikan. Aku berusaha membaca buku untuk lebih istiqomah. Aku belajar cara mencintai dalam diam, dalam doa yang kuserhakan kepadaNya. Aku berusaha bangkit dari rasa itu hingga aku berpikir semakin hari semakin membaik. Tapi ternyata hati ini masih sakit mas melihat mu menunjukkan perasaan mu pada orang yang kamu cintai. Air mata ini masih membasahi pipi ini, Dengan setiap tahun aku selalu melanggar janji ku untuk tidak menangisi mu. Kamu ga akan mengerti rasanya seperti apa. Ku pikir memperbaiki hubungan agar tidak sedingin ini bisa membuat ku nyaman.Tapi itu sangat sulit yahh hhahaha hingga sampai sekarang pun ga ada yang berubah. Akan lebih baik jika kamu mengabaikan ku mas, Biarkan aku merasakan sakit yang amat sangat sampai aku bisa komitmen untuk melepaskan rasa ini. Jangan senyum dan menatap ku seperti itu lagi karena aku berusaha  untuk tidak melihatnya. Ini lebih sakit rasanya dari pada melepas tangan mu. Akan sulit jadinya jika melihat mata dan senyum mu, karenanya itu akan membuat ku teriang dalam benak ku. Kamu cukup mengabaikan ku tapi kamu juga terlalu baik untuk ku, Kadang aku bingung dengan sikap mu. Jika baiknya kamu pergi dan jangan menoleh ku atau kamu selalu bersama ku dengan hubungan adik kaka yang aku harapkan. Jangan separuh-separuh ini kamu jalani. Ini hati bukan aplikasi yang bisa kamu unduh dan hapus begitu saja. Semua yang kamu lakukan itu terekam dalam pikiran ku. Sepanjang dan selama aku masih mengenal mu,
Tolong bantu aku :')
Aku tau hati ini milik siapa,, terlebih rasa yang ada ini karena siapa,, iya semua karenaNya hanya saja cara menghadapinya yang blm dipahami.. Aku yang masih egois melihat mu bahagia dengan si dia. Aku yang masih berharap hubungan kita lebih hangat meski sekedar tegur sapa.. Tapi semua kembali kepada rencanaNya,, Sampai saat ini Dia masih menginginkan hubungan ini tetap dalam batin,, iyaa batin karena setiap kita berbicara hanya ada satu orang yang menyampaikan ya ibarat kata kurir.. ciiaaa macam taaruf aja hahaha aamiiinnn.. Setidaknya sekarang aku lebih mengerti batas ku, aku yang lebih baik diam dan menunduk ketika dia ada dihadapan ku,, yaapp senyum dan matanya lebih menakutkan dari pada UAS Akuntansi yang pengawasnya killer T.T,, itu sangat menyeramkan hingga terbayang berminggu-minggu lamanya,, Udah dicoba buat biasa aja seperti yang lain tapi tetep ga bisa,, duuhh emang belum waktunya mungkin,, Yaapp kita serahkan saja kepadaNya,, RencanaNya yang terbaik kok..ku harap semua ini bisa hilang sirna, tapi aku masih disini masih melihatnya, yaa semoga ini akan cepat berlalu.

Kamis, 31 Maret 2016

Takut

Takut hahaha ya intinya si terlalu takut untuk memulai, takut akan diabaikan duluan. Sampai saat ini pun masih terlalu takut untuk memperbaiki keadaan. Hahaha entah sampai kapan.
Dingin sangat dingin seperti udara di kutub bahkan lebih dari itu yang mengakibatkan kebekuan hingga mati rasa. Seperti tak saling kenal :') Terlalu curam jurang yang memisahkan kita cieelah kita sejak kapan haha lo gue masing-masing wkwkwk.. yaappps jurang entah apa namanya begitu menyakitkan.. sama-sama keras kepala untuk mempertahankan ego masing" dimana satu sama lain enggan untuk memulai duluan.
Aku terlalu takut untuk itu, terlalu takut untuk mempersiapkan luka yang akan menghampiri,. Meski seharusnya ini semua bisa diatasi tapi bagaimana?? rasa takut itu masih membelenggu takut malah akan memperburuk suasana.. Fyuhhh sekarang dan seterusnya akan tetap seperti ini.
Mau diubah juga terlalu susah ya :')
Jalani aja yang ada :'D
Andai hati bisa bicara mungkin dia sudah meronta untuk mengakhiri semua ini
iyaa semua yang menahan kita untuk menjaga jarak untuk tak saling kenal
hadeuuh kita haha lo gue masing" wkwk
Sekali lagi aku terlalu takut untuk merubah keadaan, dimana aku takut kau abaikan dengan sikap yang seperti itu mana mungkin kita bisa berteman baik :"( meski niat ku hanya ingin menghancurkan ego ini.
hasameleh bagaimana kamu bisa kuat menjalani keadaan ini

Kamis, 18 Februari 2016

Sampai saat ini

Heii kamu, apa kamu tau rasanya mencintai tapi tak dicinta, apa kamu tau rasanya memendam semua ini, apa tak ingin sedikitpun merubah suasana ini, sampai kapan harus begini,aku tau ini salah, tapi siapa yang menduga, aku pun tak ingin seperti ini, entah sejak awal entah apa yang ku suka darinya, aku tak tau siapa kamu, aku tak pernah mengenal mu, tapi yaa aku suka dia.
Hingga aku terbiasa dengan sikap dingin mu, bahkan sejak awal bertemu,aku tau dibalik sikap dingin mu ada rasa sosial kepada orang lain, terlahir menjadi anak pertama membuat mu menjadi tanggung jawab, membuat mu begitu sayang kepada adik" mu, seandainya aku bisa merubah ini dari awal, mungkin saja kita menjadi teman baik, seperti kamu dengan yang lain, tapi tak dengan ku yang sekarang,, aku hanyalah patung yang sampai saat ini pun aku hanya patung, aku tak bisa menyapa mu, bahkan tak bisa berkata satu pun untuk mu, aku ingin merubah semua ini, ingin sekali, tapi bisakah? bahkan kamu pun tak pernah ingin merubah ini, aku tau kamu tak akan pernah peduli, tapi heii lihatlah aku, lihat disisiku, aku juga manusia, tolong perhatikan perasaan ku.
aaahh semuanya yang membuat ku iri, entah sampai kapan ini harus terjadi, entah kapan bisa berubah, dan kesalahan ku, aku yang dlu begitu  bodoh, aku tak ingin mengingatnya lagi, tapi karena kesalahan itulah aku tak pernah mampu memulai percakapan kita, aku hanya bisa menunduk, aku tak pernah ingin berkata lagi, aku tak ingin masa lalu itu terjadi lagi, namun semua yang terjadi sudah tertulis karenaNya, hingga aku tau kesalahan ku, kini aku hanya belajar ikhlas untuk menerima ketentuanNya, jika memang ini yang terbaik bagiNya, ku harap semua ini bisa hilang sirna, tapi aku masih disini masih melihatnya, yaa semoga ini akan cepat berlalu.

Minggu, 12 Juli 2015

Hari ini kutemukan sifat lain dibalik kemisteriusannya, ya memang dari awal sudah terlihat kalo dia begitu baik dan dewasa, dia mampu mengayomi teman" lainnya. Namun, memang dia jg yang begitu keras atas kemauan yang dia miliki. Dan yang paling ga bisa dihindari ya sikap dinginnya. 
Entah sampai kapan sikapnya seperti ini pada ku, entah kapan kita bisa bertegur sapa.
entah kapan kita bisa berteman baik, entah siapa yang harus memulai dulu percakapan di antara kita, kapan kata2 itu akan terucap untuk ku, aku hanya bisa mendengar sikapnya dari orang2 yang mampu berhubungan dengannya, bercerita bahkan hal yang tak lucu sekalipun, dia yang tak pernah jelas jika bercanda, iri memang iri tapi aku bisa apa, hal yang sangat bodoh itu telah aku lakukan hingga aku tak mampu untuk berkata satupun padanya sekarang, mungkin berat rasa yang dlu pernah ada kini harus ku kikis tiap hari, meski tak sepenuhnya hilang tapi aku mulai belajar bahwa rencanaNya yang terbaik,